Jumat, 28 Mei 2010

Les Paul Gitar Robot Dari Gibson!!!


gibson-robot-guitar1.jpgGibson baru saja meluncurkan gitar keluaran terbaru yang menggunakan tehnologi robot gitar. Gitar elektrik Gibson ini diproduksi dengan tehnologi robot yang memungkinkan guitar melakukan setting untuk memainkan musik dalam waktu beberapa detik saja.

Tehnologi ini sendiri berhasil dikembangkan setelah bekerjama dengan perusahaan asal Jerman, Tronical. Gitar ini dapat menyetem dirinya sendiri ( self-tuning guitar ). Sebuah instrumen gitar yang dapat mendeteksi kesalahan nada sebuah dawai gitar secara otomatis dan langsung mengubah setelan senar tersebut ke pitch nada yang benar. Alat diciptakan agar mampu menyimpan enam macam jenis tuning gitar favorit gitarisnya.

Teknologi robotik yang dibuat oleh Tronical Gmbh bekerjasama dengan Gibson Guitar Corp. ini memungkinkan Gibson Les Paul model untuk melakukan tuning sendiri dalam 2 detik. Bagi gitaris yang hanya membeli teknologi auto-tuning nya saja sebagai add-on, akan mampu membuat gitar mereka mengenali pitch. Kemudian prosesor akan mengarahkan motor penggerak di setiap dawai untuk mengendurkan atau mengencangkan tegangan dawai gitar.gibson powertune. Tronical menjual terpisah teknologi add-on ini sebagai “Powertune System” secara online $900 tanpa gitarnya. Menurut Tronical, alat ini dapat dipasang di berbagai jenis gitar elektrik tanpa meninggalkan cacat.

gibson-robot-guitar2.jpgGibson dan Tronical mengatakan teknologi ini bermanfaat bagi pemain gitar pemula yang masih kesulitan menyetem dawai gitarnya maupun para professional yang menginginkan adanya 6 macam tuning berbeda untuk gitarnya. Tuning yang berbeda dapat disimpan ke dalam memory alat ini untuk suatu saat diaktifkan bila dibutuhkan. Alat ini mampu mengenali dan mennyimpan tuning asli milik gitarisnya hanya dengan mengenali suara dawai gitar tersebut.

Untuk mengaktifkan salah satu jenis tuning, gitaris hanya perlu menarik salah satu knob gitar, memutarnya ke setelan jenis tuning yang diinginkan yang ditandai dengan lampu biru, lalu menekan knob tersebut kembali. Sebuah sinyal elektronik akan dikirimkan ke dawai gitar dan disampaikan kepada motor penggerak auto-tuning. Sistim ini digerakkan oleh sebuah baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang. Penggemar gitar Gibson di antaranya adalah Slash (Guns N’ Roses),Jimmy Page (Led Zeppelin), Lenny Kravitz, Eric Clapton, Paul Weller dan Paul McCartney.

Gibson mengatakan kalau gitar ini merupakan gitar pertama yang mengunakan bantuan robot. Gitar Gibson Les Paul dan with Gibson SG ini dihargai senilai US$2,499 atau sekitar 24 juta rupiah. setiap toko gitar Gibson di seluruh dunia hanya akan diberi jatah stock 10 buah saja. Gitar ini akan tersedia dalam warna Blue Silverburst Les Paul dan Gibson SG model. Penemu teknologi ini, Chris Adams dari Tronical Gmbh, yang terinspirasi setelah dirinya frustasi karena dirinya harus berulang kali melakukan manual tuning pada gitarnya, menggambarkan ide ini sebagai “Mercedes-nya gitar”. Alat auto tuning buatannya ini juga telah digunakan oleh gitaris Billy Corgan (Smashing Pumpkins) dan Matt Bellamy (Muse).


Sumber dari : Symphony Music.com

Rabu, 19 Mei 2010

Robben: Bayern Lebih Baik Daripada Inter


Penyelenggaraan final Liga Champions di Santiago Bernabeu membuat bintang Bayern Muenchen, Arjen Robben, menganggap seperti bermain di kandang sendiri. Sebelum membela FC Hollywood, "The Glassman" pernah membela Real Madrid selama dua musim sebelum akhirnya hijrah.

Pertandingan final Liga Champions tersebut juga akan menjadi reuni antara Robben dan gelandang tengah Inter, Wesley Sneijder, yang pernah sama-sama membela Madrid.

"Wesley adalah seorang teman untukku. Saat itu, kami berdua dijual Madrid karena Madrid membutuhkan dana segar. Saat ini kami kembali ke Madrid untuk memperebutkan gelar juara Liga Champions," tutur Robben.

Robben menilai baik Inter maupun Bayern memiliki peluang yang sama besarnya untuk meraih gelar juara. Menurutnya, dalam pertandingan kali ini tidak ada yang lebih difavoritkan untuk menjadi juara.

"Inter memiliki taktik permainan yang sangat baik, tapi kami percaya bahwa kami akan lebih tertantang untuk melawannya. Kami pasti akan bermain lebih baik daripada Inter," tutur robben.

Menyikapi rumor yang beredar mengenai kubunya yang dianggap akan kesulitan menghadapi Inter pada pertandingan final Liga Champions, 22 Mei mendatang, Robben mengutarakan," Kami adalah tim yang sejati. Setiap individu di tim ini memiliki keinginan yang tinggi untuk bisa sukses. Bagiku, tugas aku nanti adalah untuk mencetak gol dan membuktikan bahwa Bayern lebih baik," tambah Robben.

Robben sangat berharap Bayern bisa keluar sebagai juara Champions. Ia pun menyatakan mengenai seberapa pentingnya menjadi juara Liga Champions. "Aku lebih memilih menjadi juara Liga Champions dibandingkan menjadi peraih pemain terbaik dunia," tegas Robben.

sumber : duniasoccer.com

Kamis, 06 Mei 2010

Penemuan Kapal Nabi Nuh

VIVAnews - Klaim mengejutkan dikeluarkan peneliti 'Noah's Ark Ministries International' dari China dan Turki.

Mereka mengaku menemukan bahtera atau kapal Nabi Nuh yang digunakan untuk menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya dari bencana banjir bah yang diyakini menenggelamkan separuh dari daratan Bumi, 4.800 tahun silam.

Sisa-sisa bahtera Nuh Nuh ditemukan berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Tak hanya mengajukan klaim, kelompok peneliti ini juga menampilkan foto dan membawa specimen dari kapal sebagai bukti penguat.

Mereka juga membuat rekaman dokumentasi di dalam benda mirip kapal, ukurannya besar, sebagian besar permukaannya tertutup salju -- yang diyakini bahtera Nuh yang legendaris.

Video itu membawa kita masuk ke dalam bahtera Nuh. Seperti dilansir YouTube, para peneliti memukul-mukul papan-papan coklat, untuk membuktikan itu terbuat dari kayu.

Untuk masuk ke lambung kapal, peneliti harus menggunakan tambang.

Silakan klik ini untuk menengok lebih jauh video penemuan Perahu Nuh versi layar lebar.

***

Kisah Nabi Nuh diceritakan dalam ajaran tiga agama besar, Islam, Kristen, dan Yahudi -- memicu misi pencarian sisa-sisa kapal legendaris tersebut.

Klaim penemuan di lokasi Gunung Ararat ini bukan kali pertamanya. Namun, klaim itu tak ada yang disertai bukti kuat.

Pada 1970, seorang pria Armenia Georgie Hagopian, mengklaim telah mengunjungi bahtera Nuh dua kali sekitar tahun 1908 /1910 dan 1906

Hagopian mengklaim dia menaiki kapal Nuh dan berjalan di atapnya.

Lalu ada, Ed Davis, prajurit AS berpangkat sersan yang bertugas dalam Perang Dunia II di Hamadan, Iran. Dia dilaporkan telah mendaki Gunung Ararat pada 1943. Dia mengaku bisa mengintip bagian dalam bahtera itu, namun tak berani untuk mendekat. (umi)

Gunung Ararat, lokasi penemuan perahu Nabi Nuh

Berita Favorit Lainnya: